[Gambar][Gambar]
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tim 1 Universitas Diponegoro, Arrawinda Putri Permata dan Irfaan Abiyyu dorong siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Paninggaran bijak bersosial media. Sosialisasi tersebut digelar pada 4 Februari 2023 di Lab Ilmu Pengetahuan Alam Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Paninggaran, Desa Tenogo, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan.
Sosialisasi ini dilakukan untuk mencegah efek buruk dalam bersosial media. Misalnya kurang tidur, ketakutan terhadap ketinggalan Informasi, menurunnya kemampuan sosial, dan cyberbullying. "Mesti tahu batas saat menggunakan media sosial," ujar Arrawinda pada Rabu, 15 Februari 2023. Selain itu, Irfaan menambahkan, mereka menjelaskan soal potensi kriminalitas di media sosial. Seperti penipuan, pembajakan, penculikan, dan prostitusi. "Kami jelaskan cara mengamankan data pribadi dan kenapa itu diperlukan," sebutnya. Oleh sebab mereka juga hal-hal yang mesti dihindari dalam menggunakan media sosial.
"Jangan merendahkan orang, jangan umbar masalah pribadi, hindari kata-kata yang mengandung SARA, dan hindari disinformasi," jelas Irfaan pada kesempatan yang sama.
Dalam bersosial media, kata mereka, diperlukan prinsip 'Think'. Yakni true, helpful, illegal, necessary, kind. Pengguna sosial media, jelasnya, mesti memastikan apakah kabar yang didapatkannya benar. Kemudian apakah itu membantu.
"Mesti tahu apakah hal itu ilegal, apakah hal itu penting, dan hal itu baik," tamba Arrawinda.
Mereka berharap, hal yang disampaikan dapat berguna. Sebab, media sosial adalah tempat yang paling banyak waktu dihabiskan. Mereka juga bilang, anak-anak adalah target paling rentan terhadap Kejahatan berbasis siber.
"Soalnya mereka belum tahu banyak. Makanya rentan," tukasnya.
Senin, 20 Februari 2023
Minggu, 11 September 2022
Minggu, 11 September 2022
[Gambar]
Penyerahan Peta Administrasi Desa kepada Perangkat Desa Tenogo | Sumber: Dokumentasi Pribadi
Tenogo, Pekalongan (13/02/2023) - Desa Tenogo, salah satu desa yang dikenal sebagai desa penghasil manggis, merupakan satu dari 15 desa yang berlokasi di Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan. Desa Tenogo yang memiliki luas 1012,18 Ha ini dibagi atas 11 RT dengan 5 RW.
Sejauh informasi yang didapatkan, diketahui bahwa Desa Tenogo sendiri belum sepenuhnya memiliki data teknis yang lengkap dan update. Data teknis yang belum dimiliki oleh Desa Tenogo yaitu Peta Administrasi Desa Tenogo baik dalam bentuk cetak (hardfile) maupun data (softfile).
Peta administrasi sendiri pada dasarnya merupakan suatu data teknis dalam suatu kelurahan/desa yang penting dan diperlukan untuk mengetahui letak dan batas suatu wilayah secara geografis sehingga mempermudah dalam mendapatkan informasi mengenai suatu daerah. Peta administrasi juga memuat sarana seperti jalan, sungai, batas - batas desa dalam skala tertentu, bisa dalam skala batas desa, batas RW dan RT dan lain-lain. Peta administrasi umumnya berisi gambaran suatu wilayah di permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu yang dilengkapi dengan informasi seperti legenda, petunjuk peta, arah mata angin, serta koordinat dari suatu wilayah itu sendiri.
[Gambar]
Hasil Layout Peta Administrasi Desa Tenogo | Sumber: Dokumen Pribadi
Berdasarkan kondisi tersebut, Muhammad Hanif Ramadhan, mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro Program Studi Teknik Geodesi, membantu dalam proses pembuatan peta administrasi yang dilengkapi dengan persebaran fasilitas umum di sana. Program pembuatan peta ini diharapkan mampu memberikan gambaran data administrasi skala RT serta memberikan informasi terkait letak fasilitas umum di Desa Tenogo seperti lokasi balai desa, masjid, dan sekolah. Selain itu, pelaksanaan program kerja ini bertujuan agar data administrasi ini mampu membantu untuk kegiatan pembangunan dan perencanaan Desa Tenogo kedepannya serta dapat menjadi acuan untuk keperluan updating pembuatan Peta Administrasi Desa Tenogo.
Pada pelaksanaan pembuatan peta administrasi terdapat beberapa tahapan yang dilakukan. Tahapan pertama berupa pengumpulan data dan survei baik secara primer berupa survei lapangan secara langsung dengan wawancara perangkat desa maupun sekunder dengan meminta data dari balai desa serta analisis dokumen. Kemudian dilanjutkan dengan proses sinkronisasi data sesuai gambaran di google earth, pengolahan data menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) yaitu software ArcGIS dengan metode digitasi on screen, mencetak peta administrasi dalam ukuran A1, dan terakhir berupa prosesi penyerahan peta administrasi yang dilengkapi dengan persebaran fasilitas umum ke pihak Desa Tenogo.
Pada tanggal 9 Februari 2023 prosesi penyerahan peta administrasi yang dilengkapi persebaran fasilitas umum dilakukan dengan bertempat di Balai Desa Tenogo. Bapak Nur Islam selaku Kaur Keuangan mengucapkan terima kasih atas bantuan pembuatan peta administrasi serta persebaran fasilitas umum ini.
Penulis: Muhammad Hanif Ramadhan - Teknik Geodesi FT Undip
Dosen Pembimbing Lapangan:
Lokasi: Desa Tenogo, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan
Sabtu, 18 Februari 2023
[Gambar]
Mahasiswa KKN UNDIP sedang memaparkan materi ISI PIRINGKU dan Financial Planning Kepada Anggota PKK Desa Tenogo | Sumber: Dokumentasi Pribadi
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro Tim 1, Dewi Pujianti dan Faisal Nurfauzan sosialisaikan pentingnya keseimbangan gizi makanan pada anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga di Balai Desa Tenogo pada Kamis, 2 Februari 2023. Mereka kenalkan 'Isi Piringku' dan pentingnya manajemen uang dalam keluarga.
Sosialiasi ini dilakukan karena mereka menemukan ada 3 kasus stunting di Desa Tenogo. Padahal sesusai dengan prinsip Pembangunan Sosial Berkelanjutan (SDGs) stunting mesti dihapuskan. Dewi dan Faisal jelaskan soal makanan apa saja yang mestinya ada dalam satu piring agar dapat memberikan gizi yang seimbang. Mereka memaparkan soal jenis makanan pokok, kelebihan dan kekurangan lauk pauk, manfaat sayur dan buah.
"Gizi mesti seimbang, baik ketika si ibu hamil, menyusui, maupun makanan untuk balita," tutur Dewi pada Selasa, 14 Februari 2023. Mereka sadar, untuk memenuhi keseimbangan gizi, maka diperlukan pengeluaran yang tak sedikit. Di desa yang mayoritas warganya adalah petani, penyadap getah pinus, dan peternak ini diperlukan kecerdasan dalam mengelola keuangan.
"Kalau pintar kelola uang, bisa beli makanan bergizi seimbang," jelas Faisal pada kesempatan yang sama. Kepada anggota PKK, mereka jelaskan juga soal rencana penggunaan uang. Perencanaan ini disesuaikan juga dengan pendapatan masing-masing keluarga. Mereka harap, paparan mereka dapat memberikan wawasan dan gambaran kepada anggota PKK soal keseimbangan gizi. "Semoga bisa diimplemetasikan di kemudian hari sebagai upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan keluarga," sebut Dewi.
Faisal menambahkan, diperlukan juga kolaborasi dari berbagai pihak untuk menurunkan angka stunting. Mereka mengharapkan pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta bisa bekerja sama mewujudkan nol kelaparan.
"Ini tanggung jawab kita semua. Setiap unsur masyarakat mesti berkolaborasi untuk menuntaskan persoalan stunting ini," tambah Faisal.
Kamis, 16 Februari 2023
[Gambar]
Penyerahan infografis kepada pengelola wisata | Sumber: Dokumentasi Pribadi
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tim 1 Universitas Diponegoro, Putri Prameswari, pasarkan wisata Kali Paingan, Desa Tenogo, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan sampai ke Jepang. Ia membuat infografis objek wisata tersebut menggunakan bahasa Jepang pada Kuliah Kerja Nyata yang digelar pada 2 Januari 2023 - 16 Februari 2023. Pemasaran ini dilakukan untuk menggaet pelancong asing. Soalnya, sebelum pandemi banyak wisatawan dari Jepang yang datang untuk rekreasi ke tempat ini.
"Sebelum pandemi, banyak wisatawan asing yang datang ke Kali Paingan, terutama wisatawan Jepang," tutur Putri pada Rabu, 15 Februari 2023. Putri mewawancarai pengelola objek wisata tersebut untuk mendapatkan Informasi. Informasi tersebut kemudian dialih bahasakan ke bahasa Jepang dan dibuatkan infografis. Infografis tersebut diserahkan kepada pengelola pada 14 Februari 2023 lalu. "Wawancara ke pak sidik selaku pengelola soal sejarah Kali Paingan," sebutannya.
Kali Paingan adalah salah satu objek daya tarik wisata di Desa Tenogo. Ia merupakan wisata air dengan arung jeram sebagai atraksi unggulannya. Mulanya, sungai ini adalah pusat pendidikan yang berdiri pada tahun 2005. Ia didirikan untuk memfasilitasi penyetaraan paket C bagi masyarakat sekitar. Tempat pendidikan tersebut kemudian berubah menjadi tempat wisata pada tahun 2010. "Dikelola oleh Pusat Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan (P3MDH) Desa Tenogo," jelas Putri.
[Gambar]
Infografis mengenai wisata Kali Paingan | Sumber: Dokumentasi Pribadi
Selain Kali Paingan, Desa Tenogo juga punya Sendang Kamulyan. Ia merupakan objek daya tarik wisata religi. "Soalnya dulu pernah digunakan oleh Sunan Kalijaga," ujarnya. Putri berharap apa yang dikerjakannya bisa tepat sasaran dan manfaat. Ia berharap wisata di Desa Tenogo bisa kembali ramai didatangi pelancong. "Kalau ramai yang datang, ekonomi bisa hidup. Masyarakat bisa sejahtera," tambahnya.
Kamis, 16 Februari 2023
[Gambar]
Salah satu wilayah yang terkena longsor di Desa Tenogo | Sumber: Dokumentasi Pribadi
Tenogo, Pekalongan (13/02/2023) - Desa Tenogo, merupakan sebuah desa yang terletak di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Desa ini berjarak 15 km dari Ibukota Kabupaten Pekalongan, tepatnya di Kecamatan Paninggaran. Secara geografis, Desa Tenogo terletak di sebelah utara Kecamatan Paninggaran, dengan jarak 6 km dari pusat Kecamatan Paninggaran, serta 17 km dari daerah Kajen yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Pekalongan. Secara topografi, Desa Tenogo berada di daerah yang berbukit dan bergunung. Kondisi topografi, pemanfaatan lahan dan ruang yang kurang baik di Desa Tenogo merupakan beberapa faktor penyebab terjadinya bencana tanah longsor di Desa Tenogo.
Bencana tanah longsor sering mengakibatkan kerugian harta benda maupun korban jiwa dan menimbulkan kerusakan sarana dan prasarana lainnya yang bisa berdampak pada kondisi ekonomi dan sosial. Berdasarkan kondisi tersebut, dibutuhkan sosialisasi mengenai mitigasi untuk mengurangi kerugian yang ditimbulkan dari bencana longsor. Pada tanggal 1 Februari 2023, KKN Tim I Universitas Diponegoro Desa Tenogo mengadakan sosialisasi mengenai Mitigasi Bencana Longsor kepada lima Kepala dusun serta perangkat Desa Tenogo.
Program sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan Kepala Dusun dan perangkat desa dalam menghadapi dan mengurangi dampak atau risiko bencana, sehingga masyarakat dapat hidup dan bekerja dengan aman. Sosialisasi ini terdiri dari tiga tahapan yang meliputi mitigasi pra-bencana, mitigasi saat terjadi longsor, dan mitigasi pasca bencana.
[Gambar]
Sosialisasi dan Foto Bersama dengan Kepala Dusun dan Perangkat Desa | Sumber: Dokumentasi Pribadi
Adapun untuk mendukung program mitigasi bencana diperlukan adanya suatu faktor pendukung seperti penerapan konsep logistik kemanusiaan sebagai pendukung program mitigasi. Logistik adalah unsur paling penting dalam setiap upaya bantuan kemanusiaan atau bantuan kebencanaan dan bagaimana kita mengelola logistik bantuan kemanusiaan akan menentukan apakah operasi penanggulangan bencana tersebut sukses atau gagal logistik juga menjadi aktivitas yang paling mahal dari setiap bantuan bencana. Berdasarkan studi, diperkirakan bahwa biaya logistik untuk penanggulangan bencana sekitar memakan 80% dari total biaya bantuan bencana. Logistik kemanusiaan sendiri merupakan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian aliran bantuan kemanusiaan serta informasi terkait, dari titik asal ke titik konsumsi dengan tujuan mengurangi penderitaan korban bencana. Berdasarkan kondisi tersebut, Fachri Aziz Triartanto, mahasiswa KKN Tim 1 Universitas Diponegoro Program Studi Manaemen dan Administrasi Logistik melakukan sosialisasi terkait dengan penerapan konsep logistik kemanusiaan. Selain itu, Muhammad Hanif Ramadhan, mahasiswa KKN Tim 1 Universitas Diponegoro Program Studi Teknik Geodesi membuat pemetaan daerah rawan tanah longsor untuk dapat memantau dan mengamati fenomena tanah longsor di suatu kawasan yang mampu memberikan gambaran kondisi kawasan wilayah tersebut.
Pembuatan peta potensi bahaya tanah longsor dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) mampu memberikan solusi dan kemudahan dalam analisis spasial secara berulang, kontinu, cepat dan akurat. Bahaya tanah longsor dapat diidentifikasi secara cepat melalui sistem informasi geografis dengan menggunakan metode tumpang susun atau overlay terhadap parameter-parameter penyebab tanah longsor seperti curah hujan, kemiringan lereng, dan ketinggian. Dari ketiga parameter tersebut akan dilakukan proses analisa untuk menentukan tingkat kerawanan tanah longsor. Melalui sistem informasi geografis diharapkan akan mempermudah penyajian informasi spasial khususnya yang terkait dengan penentuan tingkat kerawanan tanah longsor.
Dari hasil pengolahan overlay terhadap tiga parameter tanah longsor pada software ArcGIS, didapatkan hasil peta tingkat kerawanan daerah tanah longsor. Dari hasil tersebut didapatkan 3 kelas tingkat kerawanan longsor diantaranya kelas dengan tingkat kerawanan rendah, kelas dengan tingkat kerawanan sedang dan kelas dengan tingkat kerawanan tinggi. Dari hasil pengolahan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat kerawanan tinggi berada di beberapa wilayah di Dusun Bandingan, tingkat kerawanan rendah berada di Dusun Laren, Dusun Tenogo, dan Dusun Gondang, sementara wilayah lain di Desa Tenogo memiliki tingkat kerawanan sedang.
[Gambar]
Hasil Layout Peta Rawan Tanah Longsor Desa Tenogo | Sumber : Dokumen Pribadi
Penulis : KKN Tim 1 Undip Desa Tenogo
Dosen Pembimbing Lapangan :
Lokasi : Desa Tenogo, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan
Kamis, 16 Februari 2023
Tim 1 KKN UNDIP melakukan berbagai pelatihan keterampilan yang inovatif sebagai upaya pemberdayaan masyarakat di Desa Werdi, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah pada Januari lalu.
[Gambar]
Gambar 1. Dokumentasi pasca pelatihan bersama Ibu PKK Werdi
Pelatihan tersebut mengundang antusias yang tinggi masyarakat Desa Werdi seperti PKK desa, masyarakat desa secara keseluruhan, dan perangkat desa. Adapun pelatihan keterampilan yang dilakukan oleh Tim 1 KKN UNDIP diantaranya Pelatihan Pembuatan talam berbahan singkong, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan memberdayakan perempuan desa Werdi melalui pengolahan pangan yang kreatif dengan menggunakan bahan baku asli desa Werdi. Pelatihan Cara Kerja Google Maps Bagi Pelaku UMKM yang bertujuan untuk memaksimalkan pemasaran UMKM di alamat google sehingga pendatang di desa Werdi dengan mudah menemukan warung-warung di internet.
[Gambar]
Gambar 2. Potret pelaksanaan pelatihan pengolahan pangan (atas) & pelatihan Google Maps untuk UMKM (bawah)
Pelatihan Digitalisasi Sistem Pengolahan Data berupa cara penggunaan microsoft word dan excel kepada perangkat desa dengan tujuan untuk meningkatkan kecakapan dalam mengolah data-data desa berbentuk digital. Penerapan keselamatan kerja pada tempat wirausaha dan Proyek pembangunan di Desa Werdi, bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan dalam menjalankan profesi serta usaha sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman dan produktif.
[Gambar]
Gambar 3. Potret pelatihan pengolahan data digital (atas) & pelatihan K3 di Balai Desa Werdi
Pelatihan ini dilakukan berdasarkan observasi dan permasalahan yang dihadapi masyarakat desa, kegiatan ini diharapkan mampu memberdayakan dan menciptakan inovasi di tengah masyarakat Desa Werdi. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa prototype produk dan booklet sebagai acuan masyarakat dalam mengimplementasikan program tersebut.
Senin, 13 Februari 2023
Tim 1 KKN UNDIP melakukan knowledge sharing atau berbagi pengetahuan dalam bentuk sosialisasi untuk memperkaya wawasan masyarakat di Desa Werdi, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah pada Januari lalu.
[Gambar]
Gambar 1. Potret kegiatan knowledge sharing berupa sosialisasi
Sosialisasi yang dilakukan oleh Tim 1 KKN UNDIP yakni program pencegahan stunting, bertujuan untuk menambah pengetahuan para ibu di Desa Werdi agar dapat mengambil langkah preventif dalam menjaga tumbuh kembang anak. Program pendidikan literasi informasi berupa identifikasi informasi hoax dan pengenalan layanan cek fakta yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan masyarakat sehingga dapat menangkal informasi hoax.
[Gambar]
Gambar 2. Potret sosialisasi pencegahan stunting (atas) & pendidikan literasi informasi (bawah)
Program penerapan budaya literasi Jepang yang bertujuan untuk membentuk kebiasaan literasi seperti yang dilakukan masyarakat Jepang utamanya membiasakan membaca di kalangan anak sekolah, pemuda dan warga supaya wawasan para generasi ini bisa mendukung kemajuan desa. Program literasi keuangan yakni mitigasi pinjaman online (pinjol) abal-abal, tujuannya agar masyarakat memiliki pengetahuan terkait langkah preventif dalam melakukan pinjaman online dan terhindar dari pinjol.
[Gambar]
Gambar 3. Potret sosialisasi literasi keuangan (atas) & literasi Jepang (bawah)
Program kerja berkonsep knowledge sharing ini dilakukan dengan perencanaan yang matang berdasarkan permasalahan yang banyak terjadi di kalangan warga desa, sehingga antusias masyarakat mengikuti keseluruhan program ini sangat tinggi. Program ini menghasilkan luaran (output) berupa modul, poster, dan booklet, kemudian dibagikan kepada masyarakat sebagai panduan dalam memperkaya wawasan agar dapat menjadi insan yang cerdas, tanggap, dan kritis di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Senin, 13 Februari 2023