[Gambar]
Salah satu wilayah yang terkena longsor di Desa Tenogo | Sumber: Dokumentasi Pribadi
Tenogo, Pekalongan (13/02/2023) - Desa Tenogo, merupakan sebuah desa yang terletak di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Desa ini berjarak 15 km dari Ibukota Kabupaten Pekalongan, tepatnya di Kecamatan Paninggaran. Secara geografis, Desa Tenogo terletak di sebelah utara Kecamatan Paninggaran, dengan jarak 6 km dari pusat Kecamatan Paninggaran, serta 17 km dari daerah Kajen yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Pekalongan. Secara topografi, Desa Tenogo berada di daerah yang berbukit dan bergunung. Kondisi topografi, pemanfaatan lahan dan ruang yang kurang baik di Desa Tenogo merupakan beberapa faktor penyebab terjadinya bencana tanah longsor di Desa Tenogo.
Bencana tanah longsor sering mengakibatkan kerugian harta benda maupun korban jiwa dan menimbulkan kerusakan sarana dan prasarana lainnya yang bisa berdampak pada kondisi ekonomi dan sosial. Berdasarkan kondisi tersebut, dibutuhkan sosialisasi mengenai mitigasi untuk mengurangi kerugian yang ditimbulkan dari bencana longsor. Pada tanggal 1 Februari 2023, KKN Tim I Universitas Diponegoro Desa Tenogo mengadakan sosialisasi mengenai Mitigasi Bencana Longsor kepada lima Kepala dusun serta perangkat Desa Tenogo.
Program sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan Kepala Dusun dan perangkat desa dalam menghadapi dan mengurangi dampak atau risiko bencana, sehingga masyarakat dapat hidup dan bekerja dengan aman. Sosialisasi ini terdiri dari tiga tahapan yang meliputi mitigasi pra-bencana, mitigasi saat terjadi longsor, dan mitigasi pasca bencana.
[Gambar]
Sosialisasi dan Foto Bersama dengan Kepala Dusun dan Perangkat Desa | Sumber: Dokumentasi Pribadi
Adapun untuk mendukung program mitigasi bencana diperlukan adanya suatu faktor pendukung seperti penerapan konsep logistik kemanusiaan sebagai pendukung program mitigasi. Logistik adalah unsur paling penting dalam setiap upaya bantuan kemanusiaan atau bantuan kebencanaan dan bagaimana kita mengelola logistik bantuan kemanusiaan akan menentukan apakah operasi penanggulangan bencana tersebut sukses atau gagal logistik juga menjadi aktivitas yang paling mahal dari setiap bantuan bencana. Berdasarkan studi, diperkirakan bahwa biaya logistik untuk penanggulangan bencana sekitar memakan 80% dari total biaya bantuan bencana. Logistik kemanusiaan sendiri merupakan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian aliran bantuan kemanusiaan serta informasi terkait, dari titik asal ke titik konsumsi dengan tujuan mengurangi penderitaan korban bencana. Berdasarkan kondisi tersebut, Fachri Aziz Triartanto, mahasiswa KKN Tim 1 Universitas Diponegoro Program Studi Manaemen dan Administrasi Logistik melakukan sosialisasi terkait dengan penerapan konsep logistik kemanusiaan. Selain itu, Muhammad Hanif Ramadhan, mahasiswa KKN Tim 1 Universitas Diponegoro Program Studi Teknik Geodesi membuat pemetaan daerah rawan tanah longsor untuk dapat memantau dan mengamati fenomena tanah longsor di suatu kawasan yang mampu memberikan gambaran kondisi kawasan wilayah tersebut.
Kamis, 16 Februari 2023
Minggu, 11 September 2022
Minggu, 11 September 2022
Kamis, 10 Maret 2022
Kamis, 10 Maret 2022
Kamis, 10 Maret 2022
Selasa, 11 Mei 2021
Pembuatan peta potensi bahaya tanah longsor dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) mampu memberikan solusi dan kemudahan dalam analisis spasial secara berulang, kontinu, cepat dan akurat. Bahaya tanah longsor dapat diidentifikasi secara cepat melalui sistem informasi geografis dengan menggunakan metode tumpang susun atau overlay terhadap parameter-parameter penyebab tanah longsor seperti curah hujan, kemiringan lereng, dan ketinggian. Dari ketiga parameter tersebut akan dilakukan proses analisa untuk menentukan tingkat kerawanan tanah longsor. Melalui sistem informasi geografis diharapkan akan mempermudah penyajian informasi spasial khususnya yang terkait dengan penentuan tingkat kerawanan tanah longsor.
Dari hasil pengolahan overlay terhadap tiga parameter tanah longsor pada software ArcGIS, didapatkan hasil peta tingkat kerawanan daerah tanah longsor. Dari hasil tersebut didapatkan 3 kelas tingkat kerawanan longsor diantaranya kelas dengan tingkat kerawanan rendah, kelas dengan tingkat kerawanan sedang dan kelas dengan tingkat kerawanan tinggi. Dari hasil pengolahan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat kerawanan tinggi berada di beberapa wilayah di Dusun Bandingan, tingkat kerawanan rendah berada di Dusun Laren, Dusun Tenogo, dan Dusun Gondang, sementara wilayah lain di Desa Tenogo memiliki tingkat kerawanan sedang.
[Gambar]
Hasil Layout Peta Rawan Tanah Longsor Desa Tenogo | Sumber : Dokumen Pribadi
Penulis : KKN Tim 1 Undip Desa Tenogo
Dosen Pembimbing Lapangan :
Lokasi : Desa Tenogo, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan
Tim 1 KKN UNDIP melakukan berbagai pelatihan keterampilan yang inovatif sebagai upaya pemberdayaan masyarakat di Desa Werdi, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah pada Januari lalu.
[Gambar]
Gambar 1. Dokumentasi pasca pelatihan bersama Ibu PKK Werdi
Pelatihan tersebut mengundang antusias yang tinggi masyarakat Desa Werdi seperti PKK desa, masyarakat desa secara keseluruhan, dan perangkat desa. Adapun pelatihan keterampilan yang dilakukan oleh Tim 1 KKN UNDIP diantaranya Pelatihan Pembuatan talam berbahan singkong, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan memberdayakan perempuan desa Werdi melalui pengolahan pangan yang kreatif dengan menggunakan bahan baku asli desa Werdi. Pelatihan Cara Kerja Google Maps Bagi Pelaku UMKM yang bertujuan untuk memaksimalkan pemasaran UMKM di alamat google sehingga pendatang di desa Werdi dengan mudah menemukan warung-warung di internet.
[Gambar]
Gambar 2. Potret pelaksanaan pelatihan pengolahan pangan (atas) & pelatihan Google Maps untuk UMKM (bawah)
Pelatihan Digitalisasi Sistem Pengolahan Data berupa cara penggunaan microsoft word dan excel kepada perangkat desa dengan tujuan untuk meningkatkan kecakapan dalam mengolah data-data desa berbentuk digital. Penerapan keselamatan kerja pada tempat wirausaha dan Proyek pembangunan di Desa Werdi, bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan dalam menjalankan profesi serta usaha sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman dan produktif.
[Gambar]
Gambar 3. Potret pelatihan pengolahan data digital (atas) & pelatihan K3 di Balai Desa Werdi
Pelatihan ini dilakukan berdasarkan observasi dan permasalahan yang dihadapi masyarakat desa, kegiatan ini diharapkan mampu memberdayakan dan menciptakan inovasi di tengah masyarakat Desa Werdi. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa prototype produk dan booklet sebagai acuan masyarakat dalam mengimplementasikan program tersebut.
Senin, 13 Februari 2023
Tim 1 KKN UNDIP melakukan knowledge sharing atau berbagi pengetahuan dalam bentuk sosialisasi untuk memperkaya wawasan masyarakat di Desa Werdi, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah pada Januari lalu.
[Gambar]
Gambar 1. Potret kegiatan knowledge sharing berupa sosialisasi
Sosialisasi yang dilakukan oleh Tim 1 KKN UNDIP yakni program pencegahan stunting, bertujuan untuk menambah pengetahuan para ibu di Desa Werdi agar dapat mengambil langkah preventif dalam menjaga tumbuh kembang anak. Program pendidikan literasi informasi berupa identifikasi informasi hoax dan pengenalan layanan cek fakta yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan masyarakat sehingga dapat menangkal informasi hoax.
[Gambar]
Gambar 2. Potret sosialisasi pencegahan stunting (atas) & pendidikan literasi informasi (bawah)
Program penerapan budaya literasi Jepang yang bertujuan untuk membentuk kebiasaan literasi seperti yang dilakukan masyarakat Jepang utamanya membiasakan membaca di kalangan anak sekolah, pemuda dan warga supaya wawasan para generasi ini bisa mendukung kemajuan desa. Program literasi keuangan yakni mitigasi pinjaman online (pinjol) abal-abal, tujuannya agar masyarakat memiliki pengetahuan terkait langkah preventif dalam melakukan pinjaman online dan terhindar dari pinjol.
[Gambar]
Gambar 3. Potret sosialisasi literasi keuangan (atas) & literasi Jepang (bawah)
Program kerja berkonsep knowledge sharing ini dilakukan dengan perencanaan yang matang berdasarkan permasalahan yang banyak terjadi di kalangan warga desa, sehingga antusias masyarakat mengikuti keseluruhan program ini sangat tinggi. Program ini menghasilkan luaran (output) berupa modul, poster, dan booklet, kemudian dibagikan kepada masyarakat sebagai panduan dalam memperkaya wawasan agar dapat menjadi insan yang cerdas, tanggap, dan kritis di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Senin, 13 Februari 2023